Sabtu, 22 November 2008

Neptu Dina lan Pasaran

Dina Akad neptu 5, Senen neptu 4, Selasa neptu 3, Rebo neptu 7, Kemis neptu 8, Jumuah neptu 6, Setu neptu 9, Pasaran Kliwon neptu 8, Legi neptu 5, Pahing neptu 9, Pon neptu 7, Wage neptu 4, Diserat malih saking Kitab Primbon Betaljemur Adammakna

Senin, 10 November 2008

Sok Usil

Perkawinan Kontroversi Syekh Puji dan dik Ulfa bikin orang Indonesia tumbuh hobinya berkomentar dari Menteri, Psikolog sampai Selebriti. Yang aku lebih heran komentar mereka seenaknya, cobalah telusuri dari awal kenapa kondisi itu terjadi baru deh kasih komentar dan lebih afdol lagi kalian hidup diantara mereka (masyarakat kelas bawah) dan bergaul erat setahun, coba minimal sebulan pasti komentar kalian akan lebih bermutu ketimbang ngomongin teori-teori. Hobi kok komentar apa yang telah terjadi di permukaan ditambah lagi hobi kok memenjarakan orang. Paradigma di masyarakat kelas bawah sangatlah berbeda dengan kalian yang hidup di perkotaan, kelas atas, berpendidikan dan berperekonomian cukup. Hidup tak lebih menjalankan dengan ikhlas apa yang sudah ditetapkan pada diri mereka. Kenapa orang repot-repot ngusilin orang yang ikhlas jalani hidupnya sendiri, heran? Harusnya kita malu, ternyata negeri kita belum cukup makmur. Kebelum-makmuran negeri ini bikin perkawinan kontroversi itu terjadi. Dan hitungannya bukan hanya milik syekh Puji dan dik Ulfa, masih banyak lagi mungkin diatas ratusan kasus dan yang melatar belakanginya.

Senin, 03 November 2008

RAJA

Bagi Rakyat Yogyakarta, Sultan adalah simbol panutan dan pemimpin sejati. Aku yakin jika pemerintah tetap "memaksakan keinginan"nya untuk memisahkan Sultan dari jabatan gubernur dan Raja Yogyakarta, pasti siapapun gubernurnya akan jadi "kambing congek". Pemerintahan yang sekarang rasanya akan membangun "dinasti kemiliteran" lagi ke seluruh pelosok tanah air, minimal di tanah Jawa. Kegagalan di Jawa Barat tahun 2008 dengan terpilihnya HADE telah di pulihkan di Jawa Tengah, lewat Bibit dan semaksimal mungkin Yogyakarta pun mesti diraih demi "keagungan" seperti dicontohkan dinasti terdahulu yang pernah memimpin 30 tahun lebih negeri ini.

Selasa, 30 September 2008

AYAM BAKAR KECAP

Echa
BAHAN:
1 ekor ayam, potong 8 bagian
2 sdm air jeruk nipis dan 2 sdt garam
2 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk2 cm jahe
2 sdm kecap manis
2 sdm minyak goreng
Haluskan:
3 cabai merah besar
6 cabai rawit merah
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri, sangrai
3 cm kunyit
1 sdt garam
Olesan:
2 sdm margarin, lumerkan
7 sdm kecap manis
CARA MEMBUAT:
1. Cuci bersih ayam, lumuri air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar. Cucibersih kembali, tiriskan.
2. Lumuri ayam dengan bumbu halus, tambahkan 2 sdm minyak goreng. Diamkanselama 30 menit.
3. Masak ayam bersama rendamannya, tambahkan lengkuas, serai, daun jeruk, danjahe, masak hingga ayam lunak, angkat.
4. Siapkan bara api, panggang ayam. Selama memanggang olesi dengan campuranmargarin dan kecap manis. Panggang hingga berwarna agak gelap, angkat. Sajikanhangat.
Untuk: 4 orang

Jumat, 19 September 2008

Perjalanan Hidup

Dinamika hidup tak ada bedanya dengan perjalanan hidup itu sendiri, siang menuju malam atau sebaliknya tergantung dari mana kita memulainya. Kedewasaan hidup adalah proses seperti halnya kehadiran kita di bumi ini, dari bayi hingga mati, tergantung keberuntungan takdir kita, apakah melewati kesempurnaan proses tersebut. Kedewasaan diri untuk terus belajar memahami arti hidup dan kehidupan adalah mutlak seperti halnya kita ingin makan makan nangka nggak afdol kalau kita kena getahnya, karena disitulah nikmatnya yang utuh. Sebuah kejayaan atau kemerdekaan akan lebih utuh bila kita melalui proses keterjajahan, juga bila kita ingin menikmati kekayaan dari sisi materi, lebih afdol bila kita juga menikmati kemiskinan, karena kekayaan dan kemiskinan tidak beda seperti siang dan malam, panas dan dingin, laki-laki dan perempuan yang menjadikan dinamika hidup ini lebih berarti.